Community OrganizingLiputanPost

ARBI dan RATUPERJA TTU Dikukuhkan

Kefamenanu, TTU – Semakin meningkatnya angka kekerasan seksual di Kabupaten Timor Tengah Utara, Propnsi NTT, membuat remaja khususnya pelajar SMA di TTU bertindak. Adalah Institut Hak Asasi Perempuan (IHAP) sebuah LSM yang konsen terhadap edukasi Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR) Remaja yang menginisasi terbentuknya jaringan edukasi remaja pelajar SMU di TTU dan Jaringan Gerakana Orang Tua Peduli Remaja TTU. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten TTU, IHAP membentuk dua jaringan advokasi yang konsen untuk mengedukasi remaja pelajar di TTU.
Bertempat di Aula Darma wanita Kefamenanu (14/2/14) perwakilan ARBI dari SMA/ SMK di TTU serta jaringan RATUPERJA dari berbagai Instansi/Lembaga dikukuhkan oleh Kepala Dinas PPO melalui SKNo.04/PPO/2014 tentang penunjunjukan Aliansi Remaja Biinmafo dan Gerakan Orang tua Peduli Remeja. Mewakili Kepala Dinas PPO Kabupaten TTU, Sekretaris Dinas PPO dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas PPO sangat mendukung langkah yang diambil IHAP untuk konsen mengedukasi remaja tentang pemahaman seksual reproduksi, sehingga pada akhirnya dapat mengurangi berbagai kasus kekerasan yang melibatkan remeja parempuan atau laki-laki baik seagai korban maupun sebagai pelaku.
Domi mengharapkan ke depan langkah yang sudah diambil IHAP terus dipupuk sehingga jaringan kerja yang terbentuk benar-benar berfungsi optimal dalam hal mendampingi remaja di Biinmafo. “saya sangat mengarapkan agar kedua forum ini benar-bebar bekerja bersama remaja untuk memberikan informasi mengenai pemahaman seksual reproduksi sehingga mampu menekan berbagai tindak kekerasan seksual. Karena itu,semoga momen hari ini perlu dimaknai sebagai sebuah langkah awal yang patut di apreisiasi himbau Domi dalam sambutannya.
 Maria Eustchia, koordinator IHAP wilayah TTU dalam sambutannya mengatakan bahwa TTU merupakan kabupaten yang memiliki angka kasus kekerasan yang tinggi. Pada tahun 2013, terdapat hampir 30 kasus kekerasan seksual yang melibatkan remaja.Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang tercatat pada kepolisian.Sementara ada banyak kasus yang diselesaikan secara kekeluargaan tidak terangkat ke permukaan, dan kondisi ini sangat merugikan perempuaan. Sementara pada Januari hingga Februari 2014 sudah tercatat delapan kasus kekerasan seksual. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pemahaman masyarakat khusunya remaja tentang kesehatan seksual reproduksi masih sangat minim sehingg banyak yang masih belum tepat dalam menggunakan alat reproduksinya jelas Maria
Dalam acara pengukuhan ini, Kepala Dinas mengukuhkan 30 orang siswa SMA dari SMA yang tersebar di TTU dan Universitas Timor. Ke-30 Pelajar siswa yang tergabung dalam ARBI telah secara khusus diberi training oleh IHAP pada bulan November 2013 dan selama empat bulan dilakukan training lanjutan setiap dua minggu tentang HSR di Kantor IHAP TTU.
Selain remaja pelajar dan mahasiswa, terdapat jaringan orang tua yang menamakan diri Gerakan Orang Tua Peduli Remaja (RATUPERJA) yang terdiri dari guru, orang tua, Kepolisian dari Polres TTU, Pegawai dan aktivias LSM yang terbagi dalam tiga Bidang yakni bidang Gender, Bidang Kesehatan dan Bidang Pendidikan.
Kedua Forum yang dikukuhkan ini akan secara rutin melakukan edukasi kesehatan seksual reproduksi. Kegiatan Edukasi HSR untuk anak-anak ARBI dilakukan dua kali seminggu di kantor IHAP dan sebulan sekali di sekolah masing-masing dengan membentuk kelompok diskusi. Sementara untuk RATUPERJA melakukan diskusi sebulan sekali tentang HSR dan berdiskusi tentang advokasi kebijakan yang mengrah pada program pemerintah yang berkaitan dengan remeja dan persoalan perempuan di TTU.
Florentina Totnay selaku ketua ARBI, menghimbau agar kalangan orang tua yang tergabung dalam jaringan orang tua Peduli Remaja mendukung kerja remaja agar apa yang dikerjakan remaja Biinmafo dapat  membuahkan hasil demi menciptakan generasi TTU yang sehat dan cerdas baik secara fisik maupun mental.
Pengukuhan kedua forum ini sangat disambut baik dan didukung oleh pihak sekolah khusunya SMA/SMK di TTU. Hal ini dibuktikan dengan pro-aktifnya semua guru kepala sekolah,guru bimbingan konseling dan guru Pembina OSIS yang selalu aktif memfasilitasi diskusi dan sosialisasi di sekolah masing-masing dan turut hadir dalam acara pengukuhan ARBI dan RATUPERJA.(marcel manek)

Comment here