Program GUSO – Get Up Speak Out adalah program kolaborasi antara remaja, pemerintah, masyarakat dan LSM dalam mewujudkan jaminan pemenuhan HKSR (Hak Kesehatan Seksual Reproduksi) remaja ragam identitas. GUSO dilaksanakan serentak di 8 negara di Asia dan Afrika. Sedangkan di Indonesia sendiri, GUSO diimplementasikan di 5 propinsi yaitu DKI Jakarta, Lampung, Jawa Tengah, Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Program GUSO ini adalah hasil refleksi kritis atas pelaksanaan program sebelumnya yang berjudul Access, Services and Knowledge (ASK) yang dilaksanakan pada tahun 2012 – 2015, oleh anggota – anggota Aliansi Satu Visi (ASV). Dalam program tersebut di dapatkan berbagai temuan dan rekomendasi, salah satunya adalah implementasi CSE (Comprehensive Seksual Education) dan YFS (Youth Friendly Services ) saja masih belum cukup untuk mendorong gerakan remaja, khususnya dalam menumbuhkan health seeking behavior di kalangan remaja. Data dalam program ASK adalah jumlah remaja yang mendapatkan informasi HKSR dari melalui berbagai media semakin meingkat dari tahun ke tahun, namun sayangnya peningkatan pengetahuan ini tidak diikuti dengan peningkatan jumlah remaja yang mengakses layanan kesehatan itu sendiri. Maka kemudian salah satu rekomendasinya adalah membangun mekanisme rujukan dengan pelibatan remaja sebagai subyek dalam setiap tahapan program.

Program GUSO bertujuan agar remaja ragam indentitas terpenuhi hak kesehatan seksual dan reproduksinya dalam masyarakat yang produktif, setara dan sehat. Tujuan ini akan dicapai melalui 4 pilar perubahan, yaitu: 1). Remaja ragam identitas menyuarakan HKSR-nya; 2). Meningkatkan pemanfaatan informasi dan pendidikan HKSR komprehensif oleh remaja ragam indentitas; 3). Meningkatkan pemanfaatan layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (KSR) yang ramah remaja oleh remaja ragam identitas; 4). Pembuat kebijakan dan masyarakat umum meningkatkan dukungan bagi pemenuhan HKSR yang sensitive gender dan ramah remaja.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program ini, IHAP telah mengadakan survey perilaku yang melibatkan 300 orang remaja ragam identitas di Kota Kupang. Survey ini bertujuan untuk melihat tingkat kerentanan remaja terhadap Kekerasan Berbasisi Gender dan Seksualitas (KBGS) serta pemenuhan HKSR remaja di Kota Kupang. Survey ini dilaksanakan sejak bulan Agustus hingga Oktober 2016 dengan metode kuantitatif, kualitatif dan analisa dokumen, adapun metode kuantitatif dilaksanakan dengan metode kuesioner dan kualitatif dilaksanakan dengan metode In depth Interview dan FGD. Survey ini akan menjadi landasan dalam penyusunan strategi kerja bersama lintas sector dalam upaya pemenuhan HKSR remaja di Kota Kupang.

Share This:

Get Up Speak Out

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *