10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia atau Hari HAM. Namun, tahukah kita apa sebenarnya Hak Asasi Manusia itu?

Universal Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) merupakan sebuah dokumen penting dalam sejarah Hak Asasi Manusia. Dirumuskan oleh represetatifdengan berbagai latar belakang budaya dan hukum dari seluruh wilayah di dunia, DUHAM akhirnya dinyatakan di Paris pada tanggal 10 Desember 1948 sebagai standar umum pencapaian seluruh umat manusia dan seluruh bangsa. Dokumen ini untuk pertama kalinya mmenjadi dasar dimana Hak Asasi Manusia dilindungi secara universal dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 500 bahasa.

Dokumen DUHAM dapat diunduh di website Komnas HAM disini.

Deklarasi inilah yang menjadi inspirasi Human Rights Tattoo yang sempat berkolaborasi dengan IHAP di bulan Oktober 2017 yang lalu.

Jadi, apa sebenarnya Hak Asasi Manusia itu?

Definisi asli Hak Asasi Manusia atau Human Rights yang ditetapkan oleh PBB atau United Nation (UN) adalah sebagai berikut:

“Human rights are rights inherent to all human beings, regardless of race, sex, nationality, ethnicity, language, religion, or any other status. Human rights include the right to life and liberty, freedom from slavery and torture, freedom of opinion and expression, the right to work and education, and many more.  Everyone is entitled to these rights, without discrimination.”

Jadi, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang MELEKAT pada setiap manusia, terlepas dari ras, jenis kelamin, kewarganegaraan, etnis, bahasa, agama, atau STATUS LAINNYA. Hak Asasi Manusia termasuk juga hak untuk hidup dan hak atas kebebasan termasuk bebas dari perbudakan dan penganiayaan, hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, hak untuk bekerja dan mendapatkan pendidikan, dan masih banyak lagi. Setiap orang memiliki hak-hak ini, TANPA DISKRIMINASI.

Nah, kalau IHAP sendiri seringkali menekankan pada Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) dimana HKSR merupakan bagian dari HAM dasar. HAM dasar yang mana sih yang mencakup HKSR?

Nah, dari Hak Asasi Manusia, ada 5 HAM dasar yang dicakup dalam 5 pasal di DUHAM, 5 pasal itu adalah sebagai berikut:

Article 1 Right to Equality
Article 2 Freedom from Discrimination
Article 3 Right to Life, Liberty, Personal Security
Article 4 Freedom from Slavery
Article 5 Freedom from Torture and Degrading Treatment

Trus di bagian mana ini nyambung sama HKSR dong?

Tenang.. jangan sedih.. kita tengok bersama-sama yuk!

Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) tercakup dalam kelima HAM dasar tersebut loh. Coba cermati!

  1. Hak atas kesetaraan (Right to Equality). Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan setara tanpa memandang jenis kelamin, identitas gender, ekspresi gender, orientasi seksual, atau statusnya. Ini jelas tercakup dalam HKSR. Seperti yang kita semua ketahui, definisi seksualitas itu luas sekali, tidak hanya soal jenis kelamin tetapi juga soal gender, ekspresi, orientasi, kenikmatan, dan lain-lain.
  2. Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi (Freedom from Discrimination). Masih terkait dengan poin pertama. Apapun latar belakang, jenis kelamin, dan status lainnya dari seorang individu, semua berhak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi. Ini jelas tercakup dalam HKSR. Contoh paling sering kita temui dewasa ini adalah diskriminasi bagi LGBT di lingkungan sosial. LGBT didiskriminasi sedemikian rupa karena orientasi seksualnya yang jelas hal ini adalah kekerasan berbasis HAM terhadap mereka.
  3. Hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan keamanan personal (Right to Life, Freedom, Personal Security). Dalam HKSR, setiap individu berhak untuk hidup dan mengusahakan hidup. Contoh paling riil dan mudah adalah teman-teman ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) yang memiliki hak penuh untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan terkait kondisi kesehatannya. Mereka juga berhak atas kebebasan untuk mengutarakan pendapat terlepas dari status ODHAnya. Satu yang terpenting juga adalah mereka berhak untuk merasa aman dengan status ODHAnya. Tidak jarang kita temui seseorang didiskriminasi dan mengalami pengucilan atau kekerasan karena dianggap “pembawa penyakit” dengan status ODHAnya.
  4. Hak untuk bebas dari perbudakan (Freedom from Slavery). Untuk hak keempat ini mungkin agak lebih jauh kita harus melihat contoh. HKSR salah satunya mencakup hak untuk memperoleh informasi dan layanan kesehatan. Nah, faktanya, beberapa individu khususnya perempuan di masyarakat yang sangat konservatif tidak terpenuhi haknya atas informasi dan layanan kesehatan karena menjadi “budak” bagi majikan atau suaminya. Kebayang gak? Sebagai perempuan kamu ga boleh keluar rumah oleh suamimu karena agamamu berkata begitu. Bahkan ketika kamu butuh akses layanan kesehatan, kamu tidak dapat mengaksesnya kecuali kamu dapat izin dari suamimu. Hmm.. semoga segera hilang ya budaya konservatif semacam ini.
  5. Hak untuk bebas dari segala bentuk penganiayaan dan perlakuan buruk (Freedom from Torture and Degraded Treatment). Hak yang kelima ini jelas termasuk dalam HKSR. Pasti sering dengar cerita perempuan yang belum menikah tetapi datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan USG? Lalu, perawat atau petugas kesehatan lain nanya,”Suaminya kemana mbak?” dengan tatapan yang sinis padahal di data pasien pasti sudah ada keterangan bahwa dia belum menikah. Perlakuan buruk petugas kesehatan seperti ini seharusnya tidak didapatkan oleh siapapun karena adalah hak setiap orang untuk dapat mengakses layanan kesehatan dengan nyaman dan aman.

Gimana teman-teman, kira-kira sudah ada gambaran mengenai kaitan HKSR dengan HAM? Atau kamu mungkin punya pendapat, contoh, atau cerita yang bisa membantu memperjelas kaitan kedua hak tersebut? Mari berbagi!

Selamat hari hak asasi manusia! Semoga seluruh penduduk di Indonesia dapat segera terpenuhi dan tercapai hak-haknya!

 

(tz)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *