foto web training penyedia layanan pendidikan

PELATIHAN HKSR BAGI PENYEDIA LAYANAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN TTU

Dalam kesempatan ini IHAP telah melangsungkan ” PELATIHAN HAK KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI BAGI PENYEDIA LAYANAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN TTU” 6-9 Juni 2016. Pelatihan ini mempunytai tujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peyedia layanan pendidikan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) , Membangun kesepakatan bersama untuk menyediakan layanan Edukasi HKSR yang komprihensi bagi Remaja di Kab. TTU dan Membentuk tim kerja untuk menyusun Modul Edukasi HKSR yang akan digunakan di SMA/K di TTU.

Namun sebelumnya kita dapat melihat dahulu realitas yang ada saat ini di Kab. TTU terkait persoalan kesehatan seksual dan reproduksi. Sehingga akan memberikan gambaran mengapa diadakan pelatihan HKSR bagi penyedia layanan pendidikan. Melihat data di rumah sakit Kefamenanu TTU tahun 2015 ada sekitar 26 orang muda yang tercatat mengalami kehamilan di usia remaja, dan sebagian diantaranya belum/tidak memiliki suami. Data lain dari hasil pendataan Bidang P2MK – Dinas Kesehatan Provinsi NTT tahun 2005 hingga 2015 ada 3700 orang dengan HIV/AIDS. Kemudian kita dapat melihat kasus lain data dari Polres TTU selama tahun 2015 ini ada sekitar 44 kasus yang ditangani terkait persoalan Orang Muda, mulai dari kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan beberapa kasus lainnya yang berbasis pelanggaran Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR). Data-data tersebut merupakan data yang didapat dari beberapa lembaga yang menangani kasus terkait seksualitas dan kesehatan Seksual dan Reproduksi. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah fakta kasus di TTU tersebut lebih dari data yang tertuliskan, bisa jadi karena kasus tersebut tidak diketahui, tidak diperkarakan atau bahkan sengaja disembunyikan. Semakin banyak orang muda yang tidak paham akan hak kesehatan seksual dan reproduksinya mungkin saja akan dapat mengingkatkan jumlah kasus yang terjadi dan menimpa orang muda.

Dari data yang mucul tersebut menginisisasi IHAP pada program Matolas ini untuk terus memberikan media bagi layanan kesehatan untuk terus berpproses membangun pengetahuan tenaga pendidikan. Sehingga juga dapat membangun kesepakatan bagi penyedia layanan pendidikan untuk menyediakan layanan pendidikan yang komperhensif bagi remaja TTU. Hingga menemukan kebutuhan remaja akan HKSR termasuk modul HKSr.

Pelatiahn selama 4 hari ini telah mendiskusikan “antara kebutuhan dan tabu, pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja”. Selain itu juga dipaparkan hasil survey kerentanan remaja di TTU terhadap SGBV dan STD’s. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan seks, gender, seksualitas dan organ seksual reproduksi. Hal tersebut sebagai dasar awal pemikiran dan pengetahuan untuk memulai mebahas mengenai persepsi tentang remaja serta aspek psikososial tumbuh kembang remaja, ketidak adilan gender, kekerasan terhadap perempuan, IMS dan HKSR.

Pelatihan ini dihadiri oleh 29 orang dari berbagai kalangan penyedia layan pendidikan, yaitu 20 orang guru bk dari 10 sekolah di Kab. TTU. 2  komite sekolah, 4 orang Pengawas SMA Dinas PPO Kab. TTU, 1 orang Kasie Kurikulum Dinas PPO Kab. TTU dan 2 orang Pengawas SMP/Dinas PPO Kab. TTU.

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *