PERNYATAAN SIKAP
Jaringan Perempuan Yogyakarta dan One Billion Rising Jogja

Jaringan Perempuan Yogyakarta dan One Billion Rising Jogja mendapatkan informasi dari poster publikasi bahwa Sitok Srengenge akan membacakan puisi di acara “Membaca Jejak Chairil Anwar” yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 April 2015 di Bantul. Sitok Srengenge adalah TERSANGKA pemerkosaan terhadap RW yang kasusnya belum selesai hingga saat ini.

Sebagai catatan pengingat, pada tanggal 6 Oktober 2014 Sitok Srengenge ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatan tidak menyenangkan dan pencabulan oleh kepolisian. Penyikapan terhadap hal ini menjadi pembelajaran dalam penyediaan ruang aman dan mendukung proses pemulihan survivor kekerasan seksual. Hadirnya Sitok Srengenge di acara tersebut melukai dan mencederai RW dan survivor kekerasan seksual lainnya yang saat ini masih berjuang memulihkan kondisi psikologis dan mendapatkan keadilan.

Itikad pembatalan penampilan Sitok Srengenge telah kami terima melalui pernyataan dari Panitia. Menyikapi terbitnya poster undangan acara “Membaca Jejak Chairil Anwar” dimana tertulis bahwa Sitok Srengenge menjadi salah satu pengisi acara tersebut, Jaringan Perempuan Yogyakarta dan One Biilion Rising Jogja menyatakan sikap:

  1. Kami mendukung untuk terciptanya panggung syair atau ruang online casino publik yang bebas dari kekerasan seksual;
  2. Pelibatan Sitok Srengenge dan pelaku kekerasan seksual lainnya dalam aksi publik merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap survivor dan bentuk anti solidaritas terhadap upaya-upaya penanganan kasus kekerasan seksual.
  3. Kekerasan seksual merupakan kejahatan terhadap hak perempuan dan hak asasi manusia;
  4. Kami meminta panitia diwakili Pimpinan Produksi atas nama Umi Kulsum untuk mengumumkan pembatalan tersebut secara tertulis, diumumkan secara publik sebagaimana undangan acara yang sudah disebarluaskan secara terbuka agar tidak menjadi preseden buruk dalam penyikapan kasus kekerasan seksual.Salam kesetaraan dan solidaritas.

*Survivor kekerasan seksual adalah orang yang sedang berjuang dalam pemulihan fisik, mental, sosial dan atau keadaan yang diakibatkan dari kekerasan seksual. Kata ini digunakan karena bermakna keberdayaan.

11178372_10204474306717478_6894696575814709626_n


more info :

FB : One Billion Rising Jogja , Jaringan Perempuan Yogyakarta

Twitter : @perempuan_jogja , @OBR_Jogja

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *