Melihat Papua dari Perjuangan Seorang Mama

Yogyakarta –  Instituta Hak Asasi Perempuan (IHAP) menyelenggarakan roadshow Screening dan Diskusi film Tanah Mama selama 4 hari berturut-turut. Screening dan diskusi film Tanah Mama diadakan terbuka untuk umum pada tanggal 9 – 12 Juni 2015 masing-masing bertempat di UKDW, STPMD APMD, dan Rumah Baca Komunitas.  IHAP juga memenuhi permintaan Komunitas Ibu Kecamatan Kasihan, Bantul untuk melakukan Screening dan Diskusi film Tanah Mama di Rumah Budaya KALIKA pada tanggal 12 Juni 2015.

Film Tanah Mama merupakan bagian dari Project Change! 2013. Project Change! adalah sebuah proyek lokakarya yang memfasilitasi produksi dan distribusi film yang sarat dengan isu-isu  kemanusiaan yang diprakarsai oleh Kalyana Shira Foundation dan didanai oleh FORD Foundation. Film Tanah Mama diproduseri oleh Nia Dinata dan disutradarai oleh sutradara muda berbakat, Asrida Elisabeth.

“Semoga Film Tanah Mama menguatkan kita untuk menjadi lebih peka pada persoalan perempuan di sekitar kita,” Jelas Asrida, pada sesi diskusi 9 Juni 2015, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

IHAP sebagai inisiator Screening dan diskusi casino online film Tanah Mama juga menghadirkan Asrida Elisabeth. Melalui Tanah Mama, Asrida membongkar realita kompleks tanpa menggurui dengan memfilmkan seorang perempuan yang tidak dikenal, di sebuah wilayah yang tidak pernah ada di benak orang dengan masalah yang relatif tidak sensasional. Peta dunia Sepanjang film, penonton diajak untuk melihat perjuangan sehari-hari masyarakat di pedalaman Papua terutama situasi riil perempuan.

Tanah Mama berhasil mengatasi kelemahan dari film dokumenter-dokumenter terdahulu. Pertama, segala keintiman serta realita masalah yang ditangkap murni hasil ketekunan dan kecerdasan sutradara serta juru kamera Vera Lestafa dalam mengikuti keseharian Halosina, tokoh utama, berjuang menghadapi masalahnya. Tidak ada intervensi sutradara atau drama yang dibuat-buat atau demi menggugah rasa kasihan penontonnya. Kedua, Tanah Mama menyajikan sudut pandang yang selama ini terlewat saat mendokumentasikan Papua: sudut pandang perempuan sebagai kunci kehidupan sehari-hari. Melalui Screening dan Diskusi film Tanah Mama, IHAP dan beberapa komunitas yang mendukung acara ini berharap dialog yang lebih terbuka dan jujur tentang Papua akan terbangun.

“Kita tidak hanya belajar mengenal Papua, tapi juga belajar melihat akar permasalahan mama (baca: perempuan) disana. Kekerasan berlapis dan sistemik yang dialami perempuan nyaris luput di cermati, hanya dianggap permasalahan domestik dan terlepas dari pembahasan Negara,” Ungkap Tia Setiyani, Koordinator Penyelenggara,  Instituta Hak Asasi Perempuan.

Informasi Jadwal Screening dan Diskusi : klik disini

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *