… the documentary is emblematic of the best in ethnographic film practice. It unravels a complex social without being obstrusive or didactic. Sandeep Ray, Inside Indonesia

Tanah Papua merupakan tempat yang begitu berjarak dengan daerah lain di Indonesia walaupun Papua terkenal dengan tanahnya yang subur dan sumber mineralnya yang melimpah. Ironisnya, Papua juga terkenal dengan kehidupan masyarakatnya yang miskin dan perempuannya yang rentan dengan kekerasan.

Mama Halosina adalah tokoh sentral dalam film ini. Seorang ibu, istri, dan perempuan Papua pekerja keras. Menghidupi diri dan empat anaknya yang ditinggal kawin lagi oleh bapak mereka, mama mengandalkan ubi dan sayuran hasil kebun. Bekerja seorang diri tanpa bantuan seorang suami membuat ubi hasil kebun sendiri tidaklah cukup. Harapan akan dukungan keluarga suami berujung pada denda adat yang harus dibayar mama di kampung. Mama berusaha menyelesaikan masalah denda itu, tapi kesulitan harus ia lalui. Seperti ubi, online casino tumbuh dan hidup dari tanah, begitu juga anak-anak, tumbuh dan hidup dari mama.

Instituta Hak Asasi Perempuan bekerjasama dengan APMD Yogyakarta, Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi UKDW, Rumah Budaya Kalika dan Rumah Baca Komunitas dengan dukungan Ford Foundation, Project change! dan Kalyana Shira Foundation mengadakan screening dan diskusi film Tanah Mama di beberapa tempat.

– Selasa, 9 Juni 2015 pukul 10.00 WIB bertempat di Kampus UKDW Yogyakarta.

– Rabu, 10 Juni 2015 pukul 19.00 bertempat di Kampus STPMD APMD Yogyakarta Ruang A13 Multimedia

– Kamis, 11 Juni 2015 pukul 19.00 bertempat di Rumah Baca Komunitas – Sindurejo, Kasihan, Bantul

– Jumat, 12 Juni 2015 pukul 15.00 bertempat di Komunitas Ibu Kecamatan Kasihan, Rumah Budaya KALIKA – Dusun Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul

Semua gratis dan terbuka untuk umum.

Informasi: 0822 2514 3684

TANAH MAMA_small_rev2 copyTANAH MAMA_small_sequel_rev copy

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *